Laman

Sabtu, 09 Januari 2016

DESAIN RISET PEMASARAN

 keyword :PENGERTIAN DESAIN RISET. JENIS-JENIS DESAIN RISET. KLASIFIKASI RANCANGAN RISET. EKSPLORASI, DESKRIPTIF,
DAN SEBAB-AKIBAT. RISET EKSPLORATORI. RISET DESKRIPTIF. CONTOH RISET DESKRIPTIF. RANCANGAN SEKSI SILANG
DAN JAMAK SEKSI. RANCANGAN RISET JANGKA PANJANG (LONGITUDINAL RESEARCH DESIGN). PANEL. KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN RANCANGAN LONGITUDINAL DAN RANCANGAN SEKSI SILANG. RISET SEBAB AKIBAT. HUBUNGAN ANTARA RISET
 EKSPLORATORI, DESKRIPTIF
DAN SEBAB AKIBAT.




PENGERTIAN DESAIN RISET

Desain riset adalah kerangka kerja atau rencana untuk melakukan studi yang akan digunakan sebagai pedoman dalam mengumpulkan dan menganalisis data



JENIS-JENIS DESAIN RISET

1. Riset Eksploratori
Desain riset yang lebih menekankan pada pengumpulan ide-ide dan masukan-masukan; hal ini khusus berguna untuk memecahkan masalah yang luas dan samar menjadi sub masalah yang lebih sempit dan lebih tepat.

2. Riset Deskriptif
Desain riset yang lebih menekankan pada penentuan frekuensi terjadinya sesuatu atau sejauh mana dua variable berhubungan.

3. Riset Sebab Akibat Atau Causal
Desain riset yang lebih menekankan pada penentuan hubungan sebab dan akibat.



KLASIFIKASI RANCANGAN RISET

RANCANGAN RISET
1.Penjajagan(Exploratory)
2.Inferensi(Conclusive)
   A. Deskriptif
     a.Seksi Silang (Cross-sectional design)
       @tunggal
       @jamak
     b.Longitudinal
   B. Sebab-Akibat



EKSPLORASI, DESKRIPTIF,
DAN SEBAB-AKIBAT




RISET EKSPLORATORI

Tujuan riset eksploratori adalah untuk menjajagi atau membedah suatu masalah secara menyeluruh dengan teliti untuk memperoleh wawasan (insights) dan pemahaman (understanding)
Beberapa manfaat eksplorasi
  1.  Merumuskan atau membuat batasan masalah secara lebih tepat dan rinci
  2. Mengidenifikasi alternatif arah tindakan 
  3. Merumuskan hipotesis
  4. Mengisolasi peubah kunci dan saling hubungannya untuk penyelidikan lebih lanjut
  5. Memperoleh gagasan untuk mengembangkan pendekatan terhadap masalah
  6. Membuat prioritas untuk penelitian selanjutnya





RISET DESKRIPTIF
  1. Tujuan riset deskriptif adalah menjelaskan suatu topik yang biasanya berupa fungsi atau karakteristik pasar
  2. Menjelaskan karakteristik kelompok tertentu misalnya konsumen, wiraniaga (salespeople), organisasi, dan area pasar. Misalnya riset untuk menentukan profil konsumen berat (heavy buyer) dari adipasar tertentu
  3. Estimasi persentase populasi tertentu dengan perilaku belanja tertentu
  4. Menentukan persepsi terhadap karakteristik produk
  5. Menentukan hubungan peubah perilaku belanja misalnya belanja sambil makan di luar rumah
  6. Membuat  prediksi yang spesifik misalnya prediksi belanja pada adipasar tertentu pada daerah tertentu



CONTOH RISET DESKRIPTIF
  1. Kajian pasar yang meneliti luas pasar, daya beli konsumen, keberadaan distributor, dan profil konsumen
  2. Kajian saham pasar yang menjelaskan proporsi pen-julalan total suatu perusahaan dari seluruh penjualan di pasar (si=s/S)
  3. Kajian analisis penjualan yang menjelaskan penjualan menurut daerah geografis, lini produk, tipe dan besaran rekening
  4. Kajian citra yang menentukan persepsi konsumen terhadap perusahaan dan produknya
  5. Kajian penggunaan produk yang menjelaskan pola konsumsi
  6. Kajian distribusi yang menentukan pola arus barang dan jumlah lokasi distributor
  7. Kajian penentuan harga yang menjelaskan rentang dan perubahan frekuensi harga dan prediksi reaksi @konsumen terhadap perubahan harga
  8. Kajian iklan (advertising study) yang menjelaskan kebiasaan konsumen menonton iklan dan profil pemirsa terhadap program televisi dan majalah tertentu







RANCANGAN SEKSI SILANG
DAN JAMAK SEKSI
  1. Tipe rancangan riset yang meliputi pengumpulan informasi dari sembarang unsur populasi yang dilakukan hanya sekali saja
  2. Rancangan seksi silang tunggal adalah tipe rancangan di mana hanya satu responden yang ditarik dari populasi target dan informasi dikumpulkan hanya dari responden itu dan dilakukan sekali saja
  3. Rancangan seksi silang jamak adalah tipe rancangan di mana hanya dua atau lebih  responden yang ditarik dari populasi target dan informasi dikumpulkan hanya sekali saja dari tiap responden itu 
  4. Analisis kohort adalah tipe rancangan seksi silang jamak yang terdiri atas satu seri survey yang dilakukan pada interval waktu tertentu. Kohort merupakan kelompok responden yang mempunyai pengalaman yang sama pada interval waktu yang sama



RANCANGAN RISET JANGKA PANJANG (LONGITUDINAL RESEARCH DESIGN)

Tipe rancangan riset yang menyangkut responden tertentu dari elemen populasi yang dihitung berulang-ulang. responden tetap sama sepanjang penelitian sehingga dapat memberikan gambaran yang mencerminkan ilustrasi suatu situasi dan perubahannya secara jelas sepanjang jangka waktu penelelitian.



PANEL

Panel, yang acap disamakan dengan longitudinal, adalah responden biasanya rumah tangga yang mau memberikan informasi untuk rentang waktu tertentu dalam periode waktu berkelanjutan. Perusahaan sindikasi mempertahankan panel dan anggota panel diberikan imbalan atas partisipasi mereka berupa hadiah, kupon, informasi, atau uang tunai. Contoh panel adalah rancangan yang dibuat untuk mengetahui perubahan sikap wanita terhadap kegiatan atau acara tertentu.



KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN RANCANGAN LONGITUDINAL DAN RANCANGAN SEKSI SILANG





RISET SEBAB AKIBAT

  1. Tipe riset inferensi dengan tujuan untuk memperoleh kenyataan yang hubungannya bersifat sebab-akibat.
  2. Untuk mengetahui peubah yang menjadi penyebab (independent variable) dan peubah akibat (dependent variable) dari  suatu fenomena.
  3. Untuk menentukan sifat atau hakikat  hubungan antara peubah penyebab dan peubah yang akibatnya akan dibuat prediksinya. 



HUBUNGAN ANTARA RISET EKSPLORATORI, DESKRIPTIF DAN SEBAB AKIBAT

  1. Jika hanya sedikit informasi yang diketahui tentang masalah yang akan diteliti, riset  eksploratori dilakukan sebagai perintis untuk dapat merinci situasi masalah, membuat arah dan langkah-langkah selanjutnya.
  2. Riset eksploratori umumnya diikuti oleh riset deskriptif atau riset sebab akibat.
  3. Tidak selamanya riset dimulai dengan riset eksploratori karena hakikat riset tergantung dari situasi yang dihadapi. Riset kepuasan konsumen yang dilakukan tiap tahun misalnya tidak perlu dimulai dengan riset eksploratori.
  4. Riset eksploratori dapat membantu pemahaman riset deskriptif atau riset sebab-akibat. Riset tentang penentuan harga yang dihasilkan oleh riset sebab-akibat atau disekriptif sukar dipahami oleh para manajer sehingga pemahamnya perlu dibantu dengan riset eksplorasi.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar